Peluncuran buku antologi puisi Topeng Monyet Pendidikan di Kedai Kopi ABG Patemon – Gunungpati dengan menghadirkan budayawan Eko Tunas dan sastrawan Gunawan Budi Susanto atau yang biasa dikenal dengan panggilan Kang Putu. Dihadiri dari berbagai elemen baik guru, dosen, pelajar, mahasiswa, Kumandang Sastra dan tentunya para sastrawan dari berbagai kota Semarang, Demak dan Kendal, Rabu (14/10)
Dalam peluncuran buku puisi tersaji beragam para penampil seperti pembacaan puisi oleh anggota Komunitas Sastra, Ahmad Fauzi, Indri Yuswandari dari Kendal, Rifad Petir dari Demak, dan monolog oleh Fransiska Ambar Kristyani. Dan bahkan kegiatan bernuansa sastra tersebut ada nilai lebih dengan peragaan senam kesehatan oleh Titin Dwi Ambarwati pemilik Sanggar Senam Titin Fun Fit Club.
“Pembangunan bangsa ini cenderung otak kiri sehingga semua diukur dengan ekonomi materi. Seharusnya pembangunan dilandasi dengan otak kanan melalui puisi tersebut untuk pembangunan bangsa yang berbudaya,” imbuhnya
Senada dengan itu Gunawan Budi Susanto menuturkan bahwa puisi memiliki tempatnya sendiri. Ketika kita sudah membuat karya tersebut biarkan puisi tersebut menemukan kehidupannya sehingga kita menjadi manusia yang memiliki kesadaran membaca yakni membaca buku maupun lingkungan sekitar.
Diakhir acara Lukni Maulana Ketua RIC Karya Kota Semarang mengatakan bahwa kita akan terus peduli dengan pendidikan. Setelah penerbitan buku antologi puisi Topeng Monyet Pendidikan, selanjutnya akan mengumpulkan puisi dari para penyair dan menerbitkannya dengan mengusung tema descooling atau masyarakat tanpa sekolah. (Ric Karya)
No comments
Post a Comment