Bagian tentang tempat-tempat dikabulkannya doa.
Ibnu Rajab berkata dalam al-Thabaqat: Sesungguhnya berdoa di samping makam Utsman bin Musa al-Tha'iy itu dikabulkan.
Al-Hafizh Ibrahim al-Maqdisi rutin berdoa pada hari Rabu antara waktu zhuhur dan ashar di pemakaman para Syuhada' di pintu Shaghir.
Syaikh Abu Umar selalu berdoa di Maghratud Dam dalam shalat istisqa' yaitu shalat minta turun hujan, dan menghadirkan kaum wanita bersama beliau. Hal 183.
Demikian pernyataan Ibnu al-Mibrad, bahwa madzhab Hanbali dalam soal tabaruk dengan makam para wali dan orang shaleh, sama dengan masyarakat nusantara dan kaum nahdliyyin. Ajaran anti tabaruk di makam para wali adalah ajaran baru yang dibawa oleh Ibnu Taimiyah pada abad ke 8 Hijriyah dan dikultuskan sebagai pendapat kaum Salaf oleh Wahabi. Oleh karena itu, ajaran Wahabi itu terputus dari ajaran kaum Salaf. Mereka bukan Salafi, tetapi Taimiy (nisbah kepada Ibnu Taimiyah) dan Wahabi. Kitab di atas yang diterbitkan oleh Wahabi, adalah bukti terbaik atas penyimpangan mereka dari ajaran kaum Salaf yang shaleh.
Ajaran kaum salaf jelas bertabaruk dengan makam para wali. Wallahu a'lam.
WAHABI IKUT SIAPA?
Ust. Muhammad Idrus Ramli




No comments
Post a Comment