Saya jawab terlebih dahulu tanpa dalil: "Itu propaganda supaya kita tidak ziarah makam wali. Coba lihat, apakah ibu tadi ketika misal mau rapat atau kondangan tidak memakai bedak? Tidak memakai baju bagus? Tidak berkumpul dengan laki-laki?"
(وسئل) - رضي الله عنه - عن زيارة قبور الأولياء في زمن معين مع الرحلة إليها هل يجوز مع أنه يجتمع عند تلك القبور مفاسد كثيرة كاختلاط النساء بالرجال وإسراج السرج الكثيرة وغير ذلك؟
(فأجاب) بقوله زيارة قبور الأولياء قربة مستحبة وكذا الرحلة إليها وقول الشيخ أبي محمد لا تستحب الرحلة إلا لزيارته - صلىالله عليه وسلم - رده الغزالي... وقد ذكر الفقهاء في الطواف المندوب فضلا عن الواجب أنه يفعل ولو مع وجود النساء وكذا الرمل لكن أمروه بالبعد عنهن فكذا الزيارة يفعلها لكن يبعد عنهن وينهى عما يراه محرما بل ويزيله إن قدر كما مر
Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami ditanya tentang ziarah makam wali dan melakukan perjalanan ke makam wali di masa tertentu, apakah boleh padahal terdapat banyak mafsadah seperti bercampurnya laki laki dan perempuan, menyalakan lampu dan sebagainya?
Beliau menjawab: "Ziarah makam wali adalah pendekatan kepada Allah yang dianjurkan, demikian halnya melakukan perjalanan ziarah tersebut. Adapun perkataan Syaikh Abu Hamid bahwa tidak dianjurkan melakukan perjalanan kecuali ke makam Rasulullah, telah dibantah oleh al-Ghazali.... Para ulama fikih menyebutkan dalam Tawaf Sunah, apalagi yang wajib, bahwa Tawaf tetap dilakukan meski ada wanita, begitu pula lari lari kecil. Tetapi ulama memerintahkan agar menjauh dari wanita. Demikian halnya saat ziarah, maka menjauh dari wanita dan mencegah hal-hal yang dilarang, bahkan menghilangkannya jika mampu" (Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah 2/24)
Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin

No comments
Post a Comment