Indek Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2016 Naik
Dua Tahun Kerja Nyata Melayani Umat
Dilantik Oktober 2014, Lukman Hakim Saifuddin menjadi satu-satunya menteri incumbent yang kembali dipercaya Presiden sebagai bagian dari Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Reformasi birokrasi yang dirintisnya dilanjutkan guna memperkokoh basis dan fondasi pelaksaan visi dan misi kementerian yang bermotto ‘Ikhlas Beramal’.
Sejumlah kerja nyata sudah dilakukan Menag Lukman Hakim Saifuddin beserta jajarannya, dan mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. “Alhamdulillah, indeks reformasi birokrasi Kementerian Agama naik dari sebelumnya hanya 54,83 dengan skor CC menjadi 62,28 dengan skor B,” terang Menag, Senin (24/10).
Tatakelola
Menurut Menag, peningkatan indeks ini tidak terlepas dari proses reformasi birokrasi yang dilakukan di Kementerian Agama. Sejak 2015 lalu, lanjut Menag, sedikitnya ada 6 target yang telah diimplementasikan, yaitu: penanaman 5 nilai budaya kerja, penataan organisasi dan tata kerja, deregulasi dan penerbitan regulasi baru, penetapan zona integritas dan penegakan hukum menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani (ZI WBK WBBM), penggunaan sistem informasi dan administrasi berbasis IT untuk mewujudkan akuntabilitas publik, serta tata kelola birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik.
“Saat ini Kementerian Agama sudah memiliki 210 satuan kerja yang menjadi proyek percontohan ZI WBK WBBM. Revaluasi aset milik negara terus dilakukan sehingga Kemenag berhasil meraih peringkat kedua pelaksanaan sertifikasi Barang Milik Negara oleh Kementerian Keuangan,” jelas Menag.
“Regulasi baru terkait administrasi pencatatan nikah juga berhasil meningkatkan PNBP Kementerian Agama hingga mencapai Rp1,2 Triliun dalam dua tahun terakhir,” tambahnya.
Sukses Haji
Kerja nyata lainnya tercermin dalam sukses penyelenggaraan ibadah haji. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) turun hingga USD 502, dari USD3.219 menjadi USD2.717 pada tahun 2015. Penurunan kembali terjadi pada BPIH 2016 hingga ongkos haji menjadi hanya USD2.585.
“Meski BPIH turun, namun pelayanan kepada jemaah haji Indonesia justru meningkat. Hal ini menjadi komitmen pemerintah bersama DPR untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia yang berhaji,” tegas Menag.
Menag mengatakan, peningkatan layanan dirasakan oleh jemaah hampir pada semua aspek. Pemondokan jemaah haji Indonesia setara hotel bintang tiga dan empat. Layanan katering juga diberikan kepada jemaah haji selama di Makkah, layanan yang tidak didapatkan jemaah haji sebelumnya. Bahkan pada tahun ini jemaah mendapat 24 kali layanan katering selama di Makkah, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebalumnya yang hanya 15 kali.
“Pada tahun ini, bahkan untuk pertama kalinya seluruh layanan transportasi darat antar kota perhajian menggunakan bus yang telah diupgrade. Rute Jeddah – Makkah yang pada tahun lalu belum diupgrade, tahun ini sudah,” ujarnya.
“Dengan pelayanan seperti itu, jemaah rata-rata merasa puas atas layanan pemerintah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya survei kepuasan BPS dari 81,00 di 2014 menjadi 82,69 di 2015. Menag berharap tahun ini survei BPS meningkat,” tambahnya.
Dalam rangka memberikan perlindungan kepada jemaah umrah, Kemenag telah meluncurkan lima pasti umrah (pasti travel, jadwal, penerbangan, hotel, dan layanan). Selain itu, Kemenag juga telah membentuk tim khusus penegakan hukum (timsusgakum) travel umrah nakal. Sedikitnya sudah ada 12 kasus penipuan umrah yang telah diproses oleh timsusgakum bekerjasama dengan Bareskrim Polri.
Memajukan Pendidikan
Sejumlah kerja nyata juga dilakukan Kemenag dalam memajukan pendidikan agama dan keagamaan. Saat ini, tidak kurang 500 santri pondok pesantren yang telah mendapatkan beasiswa kuliah di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), sudah sekitar 5.000 santri yang mendapat beasiswa. Mereka diharapkan akan menjadi pemimpin bangsa.
Selain itu, sebanyak 2.200 dosen perguruan tinggi keagaman Islam juga telah menempuh kuliah doktoral melalui beasiswa Kemenag, baik di dalam maupun luar negeri. Targetnya, hingga tahun 2019 terdapat 5.000 dosen yang kuliah S3. Sehingga, jumlah doktor di nusantara semakin banyak. Sebanyak 1.500 guru madrasah dan 2.400 guru pendidikan agama Islam juga telah menerima beasiswa pendidikan dari Kementerian Agama.
Bahkan, lanjut Menag, dalam dua tahun terakhir, Kementerian Agama telah berhasil menyelesaikan pembayaran tunjangan profesi guru yang terhutang sejak 2008 dengan total anggaran Rp1,7 Triliun.
“Untuk program indonesia pintar atau PIP, Kemenag telah menyalurkan manfaat PIP kepada 452.878 siswa madrasah dan 55.689 santri pondok pesantren,” imbuhnya.
Rukun Hidup Beragama
Dalam konteks peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, Kementerian Agama terus berupaya memberikan akses seluas luasnya kepada masyarakat terhadap layanan kitab suci. Sedikitnya 1,2 juta eksemplar Al Quran, 16.624 Alkitab, dan 7.500 Injil telah dibagikan selama 2015 dan 2016. Bahkan, untuk lebih memudahkan akses masyarakat, Kemenag sudah merilis Al Quran digital yang bisa diakses secara gratis melalui ponsel.
Komitmen Kemenag untuk meminimalisir peluang gratifikasi KUA diwujudkan dengan pemenuhan standar layanan minimal untuk pelayanan yang transparan dan akuntabel. Sampai tahun 2016, sedikitnya sudah ada 2.525 KUA yang sudah memenuhi standar layanan. Ke depan angka ini diharapkan akan terus bertambah hingga stigma gratifikasi hilang dan PNBP Kemenag dari layanan pencatatan nikah terus meningkat.
Hal tidak kalah penting dari pelaksanaan tugas Kementerian Agama adalah meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama. Sejumlah dialog lintas iman terus dilakukan untuk mewujudkan indonesai damai dan toleran. Telah digelar 12 pertemuan dialog kerukunan di berbagai daerah yang dihadiri 2.837 tokoh masyarakat dan pemuda lintas agama. Langkah-langkah itu dilengkapi dengan sejumlah penelitian sebagai bahan penyusunan kebijakan terkait peningkatan kualitas kerukunan umat beragama.
Dua tahun berlalu, Kementerian Agama terus berupaya bekerja nyata agar bisa secara nyata memberikan pelayanan kepada rakyat Indonesia. Semoga!
Humas Kemenag RI