BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

OPINION

Opinion
Showing posts with label Hoax. Show all posts
Showing posts with label Hoax. Show all posts

Sunday, December 22, 2019

Waspadai Gerakan Anti Aswaja NU Ditengah Tebaran Fitnah di Sosial Media

Muslimedianews.com ~ Beberapa hari belakangan kita disuguhkan potongan video yang kalau dibuka, sang penceramah menyatakan yang intinya Nabi Muhammad itu waktu kecil biasa saja, tidak ada cahaya yang memancar seperti yang banyak digambarkan, dan juga “rembes”.

Padahal, jika disimak keseluruhan videonya malah menggambarkan kecintaan beliau dan ajakan untuk mencintai Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dan Gusti Allah menyembunyikan kebesaran dan kehebatan Kanjeng Nabi dengan cara yang secara dhohir tidak pernah terduga oleh semua orang pada masanya.

Jika tidak ada tangan usil memotong videonya dan dibumbui narasi kebencian, kemudian dipaksaviralkan maka tentu akan tenang saja situasinya. Sayangnya, banyak yang terprovokasi lalu ikut mengeroyok KH Ahmad Muwafiq. Sehingga beliau memberi klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas pilihan diksi yang beliau pakai untuk menggambarkan Kanjeng Nabi.

Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa apapun celahnya, akan dipakai untuk menjelek-jelekkan para Ulama NU, supaya umat menjauhi Ulamanya. Itu poin penting yang wajib ditangkap.

Para Ulama NU terkenal sangat hebat dalam menjelaskan perkara yang sangat sulit dan rumit dimensinya menjadi sebuah kalimat perkalimat yang sederhana dan mudah dicerna oleh umat. Di sinilah celah akan banyak terbuka. Keberhasilan mereka “menemukan” celah Guru Mulia Kita pastinya akan dibesar-besarkan dan akan digunakan terus untuk membidik para penceramah dari Kyai dan Nyai di NU.

Waspadalah. Masih banyak Ulama berhaluan NU yang belum terbidik. Namun “kemenangan” semu dan “kemampuan” mengobarkan protes dari beberapa kalangan Ulama setelah disodori potongan video jahil ini akan berulang kembali.

KH Ahmad Muwafiq adalah ahli sejarah yang membuka kembali ingatan kita sebagai kaum Muslimin akan kisah masa lalu yang sudah mulai jarang kita dengar dalam bahasa sederhana. Sedangkan sebagian dari para pembenci itu adalah orang yang hendak menghapuskan jejak Rosulullah dengan berbagai macam cara. Sehingga sangat dibutuhkan sebuah pembunuhan karakter.

Kemarin KH Said Aqil Siroj, hari ini KH Ahmad Muwafiq, setelah itu bisa jadi guru mulia kita entah siapa lagi berikutnya.

Saatnya merapatkan barisan kembali, bergandengan tangan lagi, dan saling mendoakan. Mereka tidak akan berhenti berupaya memadamkan cahaya Gusti Allah dengan cara apapun. Namun, itu hanya akan semakin membuat NU sebagai cahaya Gusti Allah di muka bumi ini semakin terang memancar.

Oleh: Shuniyya Ruhama, Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri Kendal.

Friday, May 03, 2019

Benarkah Video Mayat Terbakar Ini Di Sidoarjo Jawa Timur ?

MADINATULIMAN.COM - Di messenger WA, tersebar video berdurasi 15 detik, tentang mayat yang baru dikubur terbakar di liang kubur. Belum sampai liang lahat ditutup, kobaran api sudah menyala, kemudian orang-orang disekitarnya berteriak histeris sambil berupaya menimbunnya dengan tanah. 

Disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Sidoarjo Jawa Timur. Bahkan sejumlah akun Youtube telah mengunggahnya, seperti https://www.youtube.com/watch?v=SEdMaXkZyfI  dan https://www.youtube.com/watch?v=kFtuGs1CDco yang diunggah 3 Mei 2019 dan diberi keterangan terjadi di Sidoarjo. 





Tetapi berdasarkan penelusuran, video tersebut pernah sudah pernah diunggah di akun Youtube "Kamzor Dil Wale Na Dekhe" di link https://youtu.be/5HSlB3KLjSM berjudul "Qabar Ka Azab Kamzor Dil Wale Na Dekhe" pada tanggal 13 April 2019. Video itu juga dapat dilihat link berikut bersama video-video serupa lainnya: https://getlink.pro/collection?term=Qabar%20ka%20Azab%20Lazmi%20Dekhen&page=2.




Melihat dari judul video yang diunggah tersebut, nampaknya bukan video peristiwa yang berasal dari Indonesia maupun Sidoarjo, tetapi kemungkinan berasal dari India atau sekitarnya. Bila mencermati isi video, khususnya orang yang berpakaian merah muda, terlihat seperti mengenakan sari (pakaian perempuan india).

Sebagai umat Islam, kita yakin tentang adanya siksa kubur. Kita berlindung kepada Allah dari siksa kubur. Siksa kubur merupakan sesuatu yang pasti adanya berdasarkan dalil-dalil agama. Tidak mendasarkan dari video-video yang tidak jelas sumbernya. 

Tuesday, September 25, 2018

Dampak Kebencian, Workshop Al-Qur'an Nusantara Difitnah Membuat Al-Qur'an Baru

Muslimedianews.com ~ Disejumlah akun sosial media facebook, tersebar fitnah-fitnah yang sangat dahsyat dalam upaya menyerang istilah Islam Nusantara. Yang sebenarnya sebenarnya istilah Islam Nusantara adalah susunan kalimat idlafah yang didalam bahasa pesantren dipahami sebagai Islam (di) Nusantara yang memiliki karakteristik khas.

Dalam upaya menyerang Islam Nusantara itu, berbagai upaya dilakukan oleh beberapa pihak untuk menolaknya. Bagi kalangan berilmu, penolakan dilakukan dengan tulisan-tulisan berbobot dan diskusi-diskusi ilmiah, tapi bagi kalangan yang tenggelam dalam pahitnya kebodohan, penolakan dilakukan secara membabi buta, bahkan dengan cara membuat fitnah-fitnah di facebook.

Diantaranya, fitnah itu dilakukan pada sebuah acara bertajuk Workshop Al-Qur'an Nusantara. Perhatikan beberapa narasi fitnah yang dibuat oleh manusia-manusia tidak berilmu, sebagai berikut:

Narasi fitnah 1 :
“Setelah ISLAM NUSANTARA, terbit pula AL-QUR’AN NUSANTARA, kira² make bahasa Indonesia kali ya… Allahul Musta’an..”

Narasi fitnah 2:
“Sekalipun akan ada al-Qur’an Nusantara, yg mungkin tidak ada bahasa Arab di dalamnya, aku harap kalian wahai saudaraku, tetap berpegang teguh terhadap al-Qur’an Karim… Tetep membaca & menghafalnya dalam bahasa al-Qur’an, bukan bahasa daerah masing-masing.. Katakan “Aku Islam tanpa embel-embel”..”

Narasi Fitnah 3
“SETELAH ISLAM NUSANTARA,,,KINI MUNCUL AL-QUR’AN NUSANTARA.
MUNGKIN SELANJUTNYA AKAN ADA NABI NUSANTARA ????? . INNALILAHI WAINNAILLAHI ROJIUN”

BAGAIMANA FAKTANYA ?
Komentar negatif beredar di sosial media terkait Workshop Al-Qur’an Nusantara yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, Selasa (17/718).

Mereka menduga acara tersebut bertujuan akan lahirnya Al-Qur’an Nusantara yang isi ayat dalam Al-Qur’an diganti, dengan menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa daerah yang terdapat di Indonesia.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Dr Putra Eka Wirman menjawab polemik workshop Alquran Nusantara yang menjadi viral di media sosial. Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan Alquran Nusantara itu adalah mushaf-mushaf Alquran kuno yang ditulis tangan oleh ulama-ulama Minangkabau pada awal abad ke-19.

 “Itu digelarnya tanggal 17 Juli lalu oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kemenag RI dan ini untuk kali ketiga. Sebelumnya digelar di Aceh, dan daerah lainnya,” katanya, Minggu (22/7).

Ia mengatakan, Workshop Alquran Nusantara kontennya mengenalkan pada peserta workshop model-model Alquran yang ditulis tangan di Minangkabau. Sekaligus membedah Alquran-Alquran yang ditulis para ulama di Minangkabau, baik tulisan tangan maupun cetak di awal abad ke-19.

“Yang dibahas dalam workshop itu kapan Alqurannya ditulis, langgam yang dipakai, spesifikasi, dan lainnya. Ciri-ciri mushaf Alquran kuno ini, tidak ada penomoran ayat, cara penulisan bahasa arab, kaligrafi yang benar dan beberapa klasifikasinya, serta umur mushafnya,” tuturnya.

Melalui surat siaran pers, Kementerian Agama RI Badan Litbang dan Diklat Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an memberikan klarifikasinya.

Berikut isi surat siaran pers yang dibuat oleh Kemenag RI :

Sehubungan dengan informasi yang tersebar luas melalui media sosial terkait workshop kajian Al-Qur’an yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, pada Selasa 17 Juli 2018, dengan ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) menjelaskan sebagai berikut:

1. Kegiatan tersebut seyogianya berjudul “Workshop Manuskrip Al-Qur’an Nusantara’. Sebuah kegiatan LPMQ yang bertujuan menggalakkan kajian khazanah mushaf kuno Al-Qur’an di Kepulauan Nusantara. Kajian terhadap manuskrip Al-Qur’an warisan para ulama Nusantara selama ini masih kurang memperoleh perhatian.

2. Kegiatan workshop ini merupakan pengembangan dari penelitian manuskrip Al-Qur’an di Nusantara yang sudah dilakukan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an selama beberapa tahun terakhir (2011-2017).

3. Kegiatan di UIN Imam Bonjol membahas khazanah manuskrip Al-Qur’an yang terdapat di suaru-surau, museum, dan koleksi pribadi di Sumatera Barat. Mushaf-mushaf kuno tersebut merupakan hasil karya tulis tangan para ulam surau pada sekitar abad ke-19.

4. Pada acara workshop para peserta diberikan materi tentang wawasan manuskrip Al-Qur’am di Nusantara dan bagaimana menerapkan kajian ulumul-Qur’an seperti ilmu rasm, dabt (tanda baca), waqaf dan ibtida, dan lain-lain, dengan objek mushaf kuno setempat.

Fact Checker : Levy Nasution

Referensi :
https://web.facebook.com/lpmajkt/photos/rpp.188611997856867/1925532627498120/?type=3&theater

via turnbackhoax.id