Muslimedianews.com ~ "Ideologi transnasional itu antara lain syiah, wahabi, khawarij, hizbut
tahrir, (majelis) mujahidin, ikhwanul muslimin, kapitalisme, liberalisme, dan
sebagainya. Mereka punya banyak uang dan bisa bikin media untuk
menjelek-jelekkan ideologi ala Indonesia yang selama ini dikembangkan NU
dan Muhammadiyah," ucap Rais Syuriah PBNU KH. Achmad Hasyim Muzadi dalam sebuah Muskerwil PWNU di PP Assunniyah, Kencong, Jember, bulan April 2012 silam.
Saat itu, KH. Hasyim Muzadi melontarkan pernyataan bahwa NU harus dijaga agar tidak "masuk angin". Menurut Pesantren Mahasiswa Al-Hikam di Malang (Jatim) dan Depok (Jabar) itu, NU sebagai organisasi memang membutuhkan bantuan pemerintah dan pihak lain, tapi NU itu bukan membela pemerintah, melainkan membela negara. Kepada pemerintah, NU mendukung kalau benar dan meluruskan kalau salah.
Kalau sampai NU membela pemerintah berarti NU masuk angin.
Sejak revolusi sampai reformasi, NU jadi penyelamat negara. Sehingga, sejarah Indonesia itu tidak terlepas dari kiprah Nahdlatul Ulama (NU).
NU juga telah mampu menyatukan wawasan keagamaan dengan kebangsaan melalui penerimaan NU terhadap Pancasila pada Muktamar Situbondo pada tahun 1984. NU membedakan asas dengan agama. NU menerima Pancasila dengan memandang asas sebagai `wasilah` (jalan atau pintu masuk) bagi aspirasi ke-Islaman di negara majemuk. (*)
Redaktur : Ibnu Manshur
Sumber : nur.od.id

Salah satu kepandaian syetan agar kita tetap ENJOY dengan sifat iri - dengki - sombong adalah " ketika membicarakan keburukan, syetan mengarahkan pikiran agar tertuju orang lain sehingga tampak serba buruk dan salah". Tetapi ketika bicara "kebaikan dan kebenaran", maka syetan memenuhi pikiran kita bahwa diri kita tampak serba benar dan baik. Syetan akan membuat diri kita, menjadi orang paling bodoh, yaitu TIDAK TAHU, BAHWA DIRI kita TIDAK TAHU.
ReplyDeleteIdeologi nasionalis itu contohnya Arabisme, amerikanisme, Turkiisme, Rusianisme, Mesirisme, dimana kemajuan hanya demi wilayah dimana dia berada. Ideologi Transnasionalisme yang pasti adalah : Islam, kapitalisme dan komunisme. Kalau kita Indonesianisme, maka marilah kita beragama asli Indonesia, menyembah keris, gunung, benda benda pusaka, nenek moyang, anemisme dinamisme. Tentu sebagai seorang mukmin yang Sholeh, ingin kemulyaan untuk manusia dan umat manusia dengan Islam Rahmatan lilalamin. InsyaAllah Allah akan meridhoi...
ReplyDeleteSebagai seorang muslim, tentu akan mencintai bukan hanya untuk negerinya dimana dia lahir dan berada, tapi untuk seluruh mahluk di muka bumi ini. Muslim di amerika, indonesia, rusia, arab, semuanya saudara. Satu Aqidah, Alquran nya sama, Nabinya sama. Diciptakan oleh Sang Maha Pencipta Allah. Muslim dan non Muslim akan dilindungi dan memiliki hak sebagai warga negara yang sama.
ReplyDeleteWahai saudaraku, saklisanlah, yang benar jelas kebenarannya, yang salah jelas keburukannya... Semoga Allah melindungi ... kebaikan akan terpancar dari orang orang mukmin yang sholih dan mukhlis....
ReplyDeleteKebaikan akan terpancar baik untuk muslim, non muslim, juga untuk kodok, meong, cacing, belut, ayam, dan mahluk Allah lainnya..
Seorang muslim yang mencontohkan kebaikan, kemudian ditiru, maka dapatlah ia kebaikan itu. Jika dia mencontohkan keburukan dan kebohongan, kemudian orang lain mengikutinya, maka dapatlah juga ia bagian dari keburukan itu.... Saudaraku sadarlah, semua sudah jelas, mana yang benar dan salah.... Ingat akan hari kemudian yang mungkin besok akan memisahkan raga anda dengan sang nyawa, karena diambil lagi oleh Rob mu....
ReplyDelete