Muslimedianews.com ~ "Saya bisa perkarakan wartawan islampos.com, tapi saya kasihan dia nanti kehilangan pekerjaan, nanti keluarganya mau makan apa..."
Media-media berlabel Islam yang sejatinya pro radikalisme kerap kali memojokkan tokoh muda NU Zuhairi Misrawi yang juga alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Dalam jejaring sosial facebooknya, Zuhairi pun angkat bicara terhadap situs-situs yang kerap memojokkan dirinya tersebut.
"Beberapa media situs yang mengaku dirinya paling Islami, seperi arrahmah.com, hidayatullah.com, dan lain-lain kerap mengutip pendapat saya tanpa klarifikasi, tendensius, dan cenderung memojokkan". tulis alumni TMI Al-Amien Prenduan Sumenep Madura tersebut (9/11/2013).
"Terakhir, islampos.com menulis berita: Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah, padahal saya tidak menyatakan hal tersebut. Hal yang sangat memalukan, jika atas nama Islam mereka menebarkan fitnah dan kebencian kepada sesama Muslim dengan mengatasnamakan Islam. Inikah potret media Islam kita?" lanjutnya.
Dalam situs Islampos.com mengangkat judul "Zuhairi Misrawi: “Yahudi Israel Boleh Mengambil Mekkah” / [eza/Islampos]". Mengcopy dari Islampos.com, situs Arrahmah.com juga mengangkat judul yang sama "Tokoh JIL Zuhairi Misrawi: "Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah"".
Didalam kolom komentar di facebooknya, Zuhari pun memberikan klafirikasi sebagai berikut : "Untuk informasi bagi teman-teman, bahwa seminar kemarin itu temanya: Kepahlawanan dalam Islam. Saya diminta panitia berbicara tentang Islam dan nasionalisme, kepahlawanan Rasulullah SAW, keluarga, dan sahabatnya, serta legasi dan implementasinya dalam konteks Indonesia di masa kini. Pada poin historiografi kepahlawanan Rasulullah, keluarga dan sahabatnya, saya menjelaskan ttg sejarah, bahwa sebelum Islam, Mekkah adalah kota kristiani dan Madinah sebagai kota Yahudi. Rasulullah SAW memerangi mereka, karena beliau dan umatnya diperangi, itulah dasar kepahlawanan beliau. Lalu, seperti biasa saya sisipkan guyonan, kalau mau sebenarnya Umat Kristiani bisa saja mengklaim atas Mekkah atau umat Yahudi mengklaim atas Madinah, itu fakta sejarah sebelum Islam. Tapi, wartawan islampos.com justru mengutip, "Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah", sungguh ini kutipan yang tendensius, berbau fitnah dan ingin memojokkan saya. Anehnya, banyak hal yang sebenarnya layak kutip dari presentasi saya, tapi tidak dikutip".
Wartawan senior Tempo yang ikut berkomentar di status facebook Zuhairi memberikan tanggapannya bahwa media tersebut bukan press tapi masuk kategori pamflet dan media propaganda online.
"Aku sudah lama amati media yang kamu sebut, dari perspektif jurnalistik, media2 itu masuk kategori pamflet dan media propaganda online, bukan pers, hampir separuh isinya opini, bukan karya jurnalistik, santai aja bro yang baca juga seberapa..." tulis wartawan Tempo tersebut.
Media-media berlabel Islam yang sejatinya pro radikalisme kerap kali memojokkan tokoh muda NU Zuhairi Misrawi yang juga alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Dalam jejaring sosial facebooknya, Zuhairi pun angkat bicara terhadap situs-situs yang kerap memojokkan dirinya tersebut.
"Beberapa media situs yang mengaku dirinya paling Islami, seperi arrahmah.com, hidayatullah.com, dan lain-lain kerap mengutip pendapat saya tanpa klarifikasi, tendensius, dan cenderung memojokkan". tulis alumni TMI Al-Amien Prenduan Sumenep Madura tersebut (9/11/2013).
"Terakhir, islampos.com menulis berita: Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah, padahal saya tidak menyatakan hal tersebut. Hal yang sangat memalukan, jika atas nama Islam mereka menebarkan fitnah dan kebencian kepada sesama Muslim dengan mengatasnamakan Islam. Inikah potret media Islam kita?" lanjutnya.
Dalam situs Islampos.com mengangkat judul "Zuhairi Misrawi: “Yahudi Israel Boleh Mengambil Mekkah” / [eza/Islampos]". Mengcopy dari Islampos.com, situs Arrahmah.com juga mengangkat judul yang sama "Tokoh JIL Zuhairi Misrawi: "Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah"".
Didalam kolom komentar di facebooknya, Zuhari pun memberikan klafirikasi sebagai berikut : "Untuk informasi bagi teman-teman, bahwa seminar kemarin itu temanya: Kepahlawanan dalam Islam. Saya diminta panitia berbicara tentang Islam dan nasionalisme, kepahlawanan Rasulullah SAW, keluarga, dan sahabatnya, serta legasi dan implementasinya dalam konteks Indonesia di masa kini. Pada poin historiografi kepahlawanan Rasulullah, keluarga dan sahabatnya, saya menjelaskan ttg sejarah, bahwa sebelum Islam, Mekkah adalah kota kristiani dan Madinah sebagai kota Yahudi. Rasulullah SAW memerangi mereka, karena beliau dan umatnya diperangi, itulah dasar kepahlawanan beliau. Lalu, seperti biasa saya sisipkan guyonan, kalau mau sebenarnya Umat Kristiani bisa saja mengklaim atas Mekkah atau umat Yahudi mengklaim atas Madinah, itu fakta sejarah sebelum Islam. Tapi, wartawan islampos.com justru mengutip, "Yahudi Israel boleh mengambil Mekkah", sungguh ini kutipan yang tendensius, berbau fitnah dan ingin memojokkan saya. Anehnya, banyak hal yang sebenarnya layak kutip dari presentasi saya, tapi tidak dikutip".
Wartawan senior Tempo yang ikut berkomentar di status facebook Zuhairi memberikan tanggapannya bahwa media tersebut bukan press tapi masuk kategori pamflet dan media propaganda online.
"Aku sudah lama amati media yang kamu sebut, dari perspektif jurnalistik, media2 itu masuk kategori pamflet dan media propaganda online, bukan pers, hampir separuh isinya opini, bukan karya jurnalistik, santai aja bro yang baca juga seberapa..." tulis wartawan Tempo tersebut.
Zuhairi juga mengatakan bahwa dirinya bisa memperkarakan wartawan Islampos.com, namun dirinya merasa kasihan terhadap wartawan tersebut akan kehilangan pekerjaannya dan keluarganya kesulitan makan.
"Saya bisa perkarakan wartawan islampos.com, tapi saya kasihan dia nanti kehilangan pekerjaan, nanti keluarganya mau makan apa. Sebenarnya saya ingin gugat ke Dewan Pers, tapi apakah media itu sudah terdaftar? Biarlah klarifikasi saya di FB ini menjadi penjelasan kepada publik agar bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah". ujar Zuhairi.
Sebagaimana diketahui dan sudah bukan rahasia bahwa situs-situs yang disebutkan tersebut memang kerap kali menebarkan fitnah terhadap pihak-pihak lain dan tidak dipercaya oleh kaum Muslimin yang tidak berjiwa radikal. (*)
Redaktur : Ibnu Manshur
Foto : Zuhairi Miswari (Sumber : Facebook ZM)
| Screenshot status Zuhairi Misrawi |
misi dan visi jil adalah merusak islam dari dalam anggaplah viirus
ReplyDeletejangan cari pembenaran terhadap perbuatan fitnah, fitnah itu virus, bukan ajaran Islam dan merusak Islam.
ReplyDelete