Menurut Syaroful Umam, ketua panitia NU-santara 2015, lomba ini bertujuan untuk menjaga ciri khas kita sebagai NU “Kitab kuning adalah identitas kita”, ujar Umam. Harapan baik pun disampaiakan oleh Presidium 5 Nasional Abdul Rahman Sidiq, “Tahun depan, semoga perlombaan MQK lebih berkualitas lagi,”. Abdul Habib Luthfi, salah satu peserta MQK mengatakan perlunya diadakannya lomba MQK tahun depan, “Lomba MQK tahun depan harus tetap ada, lomba ini melatih kita untuk memahami kitab kuning sekaligus melatih mental,” terangnya setelah perlombaan berakhir.
Dewan juri MQK NU-santara 2015 adalah Al-Fadhil Al-Ustadz Ahmad Said Al-Hadrami Al-Yamani (Pimpinan MT. Darul Futuh dan Pembina KMNU IPB), KH. Iskandar Nasjieb, S.Ag, M.PdI dan Dr. KH. Ali Khosim, M.Ag dari Raithah Ma’ahid Islamiyah. Juara lomba baca kitab kuning NU-santara 2015 akan diumumkan pada acara puncak NU-santara 2015 dalam Seminar Kebangsaan dan Kontempelasi Budaya NU-santara 2015. (KMNU)

No comments
Post a Comment