“Kita tidak setuju dengan peliburan Hari Santri Nasional. Yang penting itu semangatnya. Kita tidak mau mengurangi aktivitas hari kerja masyarakat,” kata Sekjend PBNU H Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Kamis (15/10) sore.
Peringatan Hari Santri Nasional, kata Helmy, lebih kepada semangat peran kebangsaan kalangan santri dalam pergerakan kemerdekaan RI. Sementara dalam konteks kekinian, hari itu menyemangati kalangan santri dalam menjaga NKRI dari ancaman radikalisme.
Pada prinsipnya santri adalah muharrik (penggerak) kebangsaan. “Bayangkan, fatwa Resolusi Jihad Mbah Hasyim mendudukan jihad mengusir penjajah setingkat dengan ibadah lainnya, fardhu 'ain,” tandas Helmy. (Alhafiz K)
sumber nu.or.id

No comments
Post a Comment