728x90

468x60

Tuesday, October 25, 2016

Akun @TofaLemon Alias Mustofa Nahra Hapus Cuitan Tuduhan Quran Palsu?


Jakarta, Muslimedianews ~ Belum lama ini Netizen dihebohkan soal isu pembagian Al-Qur'an palsu dan perubahan tafsir terjemahan. Disebutkan ada perubahan tafsir Al-Quran surat Al Maidah ayat 51 yang dijual di toko-toko buku. Dalam tafsir tersebut, kata awliya yang sebelumnya diartikan sebagai pemimpin atau wali, diubah menjadi teman setia.

Menurut halaman Republika Online dalam tulisannya yang berjudul Netizen Dihebohkan dengan 'Berubahnya' Tafsir Al Maidah Ayat 51 tertanggal 22 Oktober 2016 menyebutkan isu adanya peredaran Al-Quran palsu diketahui mencuat dari cuitan salah satu akun Twitter.

Salah seorang netizen yang mengunakan akun @TofaLemon memposting pesan yang beredar di whatsapp, yang bertuliskan:

"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf A-Quran. Tlg dicek suat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...Semua anak sekolah se-Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hari kamis kemarin.. setelah dicek ternuata isinya sdh diubah. Hampir semua yang dijual... Tafsirnya PEMIMPIN diganti jadi teman setia.."

Pemilik akun @TofaLemon yang diketahui bernama Mustofa Nahrawardaya kemudian memposting tulisan apakah ada yang mempunyai bukti bahwa ada pembagian Al-Quran gratis yang telah berbeda tafsirnya.

"Apakah ada yng punya bukti bahwa @<SENSOR/nama-toko-buku> bagi Qur'an gratis, yg mana Al Maidah 51 nya sdh diganti dari "Pemimpin" ke "Teman Setia"?," tulisnya. Sabtu (22/10/2016).

"Ayo pada di cek, Al Qur'an masing2. Khususnya Al Maidah 51," tulis akun @TofaLemon

Pemilik akun itu pun kemudian memposting foto-foto perbandingan tafsir Al-Quran lama miliknya dengan yang baru. Memang ada perbedaan, jika diterbitan sebelumnya kata awliya berarti sebagai pemimpin sementara diterbitan baru artinya adalah teman setia.


BENARKAH APA YANG DITUDUHKAN AKUN @TofaLemon ALIAS MUSTOFA NAHRA TERKAIT TUDUHAN AL-QURAN PALSU?

Mari simak kembali cuitan @TofaLemon alias Mustofa Nahra yang menyebut dirinya sebagai salah seorang pengurus MPI PP Muhammadiyah. Ia menuliskan tweet lengkapnya sebagai berikut:

"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf A-Quran. Tlg dicek suat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...Semua anak sekolah se-Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hari kamis kemarin.. setelah dicek ternuata isinya sdh diubah. Hampir semua yang dijual... Tafsirnya PEMIMPIN diganti jadi teman setia.."

Simak tulisan: "Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf A-Quran" dan "Semua anak sekolah se-Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hari kamis kemarin..." Ini berarti ia menuding ada Al-Quran Palsu yang diedarkan di Indonesia, khusunya ke sekolah-sekolah, bahkan ia menyebut SEMUA ANAK SEKOLAH SE-TANGERAH RAYA menerima Al-Quran Palsu. 

Benarkah ada Al-Quran Palsu sebagaimana yang ia tuduhakan di atas? Kalau benar, apa buktinya? Jika tidak benar maka ini sungguh fitnah yang super maha dahsyat. Bukan main-main fitnahnya, Quran Asli dikatakan Palsu. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Apakah ia sudah melakukan TABAYYUN dan MENGECEK dengan seksama?

Kemudian untuk membuktikan dan menguatkan adanya peredaran Quran Palsu, akun @TofaLemon alias Mustofa Nahra menulis: "Tlg dicek suat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya..." kemudian menulis:  "setelah dicek ternuata isinya sdh diubah. Hampir semua yang dijual... Tafsirnya PEMIMPIN diganti jadi teman setia..". Dari sini kita lihat, ternyata yang dimaksudkan dengan QURAN PALSU ADALAH QURAN YANG TELAH BERUBAH TAFSIR (TERJEMAH) DARI KATA "PEMIMPIN" MENJADI "TEMAN SETIA" UNTUK QURAN SURAT AL MAIDAH AYAT 51. Inikah yang ia maksudkan dengan Quran Palsu?

Jika yang dimaksudkan dengan Quran Palsu adalah terjemahan Quran yang telah berubah, sungguh ini pernyataan super lucu. Sejak kapan ada lafadz "Pemimpin" atau "Teman Setia" dalam Al-Quran?. Karena Al-Quran itu menggunakan Bahasa Arab bukan Bahasa Indonesia. Mungkinkah akun @TofaLemon alias Mustofa Nahra yang pernah menjadi Caleg PKS tetapi gagal menjadi anggota legislatif ini belum bisa membedakan apa yang disebut dengan Quran, apa yang disebut dengan Terjemahan Quran dan mana yang disebut dengan Tafsir Quran. 

Al-Quran sudah pasti memakai bahasa Arab dan tidak pernah berubah meski dicetak di manapun. Tapi kalau Terjemah dan Tafsir Quran bisa berubah dan berganti-ganti tergantung orang yang menerjemahkan dan menafsirkan. Dan antara satu orang dengan orang lain bisa saja berbeda-beda dalam memaknai terjemah dan tafsir Al-Quran. Selain itu, terjemah dan tafsir dapat menggunakan berbagai bahasa yang ada di dunia, sementara Al-Quran adalah berbahasa Arab. Jadi tolong bedakan kembali antara Al-Quran, Terjemahan Al-Quran, dan Tafsiran Al-Quran. Jangan mencampur-adukan diantara ketiganya sehingga terjadi salah faham atas tuduhan adanya Al-Quran Palsu hanya gara-gara tidak mengerti hal tersebut.

Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Muchlis M Hanafi dari Kementerian Agama RI juga sudah mengklarifikasi bahwa tudingan adanya Quran Palsu dan pengeditan terjemahan Al-Quran adalah TIDAK BENAR. Ia mengatakan terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang beredar di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, TERJEMAHAN AL-QURAN BUKANLAH AL-QURAN. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, sebagian ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya.

Penjelasan dari Kemenag di atas sudah sangat jelas dan mudah-mudahan bisa dipahami oleh umat Islam agar tidak mudah terjerumus dengan isu-isu kagetan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

CUITAN AKUN @TofaLemon ALIAS MUSTOFA NAHRA TERKAIT TUDUHAN AL-QURAN PALSU LENYAP?

Setelah membaca cuitan @TofaLemon alias Mustofa Nahra dari pemberitaan Republika, kami mencoba untuk menelusuri langsung ke akun Twitter sang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Hasilnya, cuitan soal tuduhan Quran palsu tidak kami temukan, alias lenyap, dan hilang entah kemana. Sementara cuitan yang lain masih terpampang di akunnya. 

Cuitan yang masih ditemukan adalah tulisan: "Apakah ada yng punya bukti bagi Qur'an gratis, yg mana Al Maidah 51 nya sdh diganti dari "Pemimpin" ke "Teman Setia"?," yang bisa dicek disini



Dan juga tulisan: "Ayo pada di cek, Al Qur'an masing2. Khususnya Al Maidah 51," yang bisa dicek disini.



Sementara cuitan tulisan di bawah ini hilang dari akun @TofaLemon:

"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf A-Quran. Tlg dicek suat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...Semua anak sekolah se-Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hari kamis kemarin.. setelah dicek ternuata isinya sdh diubah. Hampir semua yang dijual... Tafsirnya PEMIMPIN diganti jadi teman setia.."

Pertanyaannya, apakah @TofaLemon alias Mustofa Nahra benar-benar telah menuliskannya kemudian menghapus cuitannya? Kalau iya, kenapa cuitan soal tuduhan Quran Palsu saja yang ia hapus sementara yang lain tidak? Hanya dia dan Allah yang tahu. 

Tapi yang pasti, pesan tersebut telah tersebar luas di berbagai pesan messenger, media sosial dan pemberitaan online. Sampai-sampai membuat Kementerian Agama turun tangan untuk melakukan klarifikasi atas tuduhan yang tidak benar itu. 







« PREV
NEXT »