BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, March 18, 2015

Tanggapan GASPER Atas Surat Terbuka DKM Masjid Ridwan Terkait Kisruh Ustadz Wahabi Ahmad Zainuddin


Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Salam dan doa kami haturkan. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT., sehingga seluruh aktivitas dapat terealisasi dengan baik dan bernilai ibadah di sisiNya. Amin.

Segala puja dan puji bagi Allah SWT. yang telah  melimpahkan rahmat dan nikmatNya sehingga kita tetap bisa menjalankan perintahNya. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Sayyidina Muhammad SAW. yang telah diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Berangkat dari keresahan umat Islam, khususnya umat Islam di Pamekasan, dengan kedatangan Ustadz Ahmad Zainudin, Lc., yang didatangkan oleh DKM Masjid Ridwan Jl. Pangeran Diponegoro No. 103 Pamekasan, yang mana beliau pernah menyatakan dengan gamblang di YouTube tentang keburukan Maulid Nabi SAW., yang isinya antara lain:
  1. Perayaan maulid Nabi terkadang menjadi sarana penghantar menuju kesyirikan kepada Allah,
  2. Menjadi sarana penghinaan kepada Nabi,
  3. Berkumpul-kumpul memperingati kelahiran Nabi adalah mengada-ada dan bid’ah,
  4. Orang yang merayakan maulid Nabi dianggap bergembira atas wafatnya Rasulullah

Pernyataan tersebut sangat melukai dan menyakiti mayoritas umat Islam di Pamekasan, khususnya insan pesantren yang semuanya melaksanakan dan mengagungkan maulid nabi.

Oleh karena itu, maka dengan tanggap Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil ‘Alamin (GASPER) menyikapinya melalui surat yang dilayangkan kepada Ustadz Ahmad Zainudin, Lc. tertanggal 07 Maret 2015 untuk mengadakan dialog ilmiah terbuka di hadapan publik dan meminta beliau guna mempertanggung jawabkan pernyataannya di YouTube.

Setelah pihak DKM Masjid Ridwan melakukan komunikasi dengan kami, lalu mengajak untuk “duduk bareng” di suatu rumah tertentu yang sifatnya tertutup dan kami tidak tau itu rumah siapa. Namun kami menolak karena tidak ada kesepakatan sebelumnya. Setelah itu datanglah Ustadz Ahmad Zainudin, Lc. dari arah barat Jl. Pangeran Diponegoro Pamekasan, maka saat itulah kami bertemu dan menyampaikan keinginan kami sesuai dengan isi surat. Dalam pernyataannya saat itu beliau tetap bersikukuh dan bahkan mengokohkan isi ceramahnya di YouTube mengenai keburukan maulid Nabi.

Disaat itu tiba-tiba dari salah-satu pendamping beliau membentak-bentak kami sehingga menimbulkan adu mulut dan situasi sempat memanas sehingga menarik perhatian masyarakat yang melintas di jalan tersebut. Saat itu pula kami meminta kepada Ustadz Ahmad Zainudin, Lc. untuk tidak datang lagi ke Pamekasan karena isi ceramahnya yang melukai umat Islam, khususnya di Pamekasan.

Saat situasi mulai tidak kondusif, kami berinisiatif membubarkan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, namun tanpa disangka setelah kami sampai di Jl. Jembatan Baru diberhentikan Polisi dan mengajak kami untuk menyelesaikan di POLRES, padahal menururut kami permasalahan ini sudah selesai. Ketika Polisi mengarahkan kami menuju POLRES, anehnya jamaah Masjid Ridwan yang mengejar kami justru mengarahkan kearah yang berlawanan dengan arah POLRES (arah yang  bisa menuju kembali ke Masjid Ridwan). Akan tetapi, kami terus mengikuti arahan Polisi untuk menuju POLRES karena khawatir jika kembali ke Masjid Ridwan akan berpotensi hal-hal yang tidak diinginkan.

Alhhamdulillah, di POLRES proses mediasi berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan sebagai berikut:
  1. Melaksanakan dialog terbuka dihadapan Publik antara GASPER dengan Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.
  2. POLRES siap menfasilitasi tempat dialog dan siap menjamin keamanan bagi semua pihak.
  3. Mengatur ulang jadwal dialog terbuka dihadapan publik dengan melayangkan surat ke pihak-pihak terkait.

Atas semua hasil mediasi, GASPER sudah menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan sesuai dengan arahan POLRES, namun sungguh kami sesalkan, beberapa hari kemudian pihak DKM Masjid Ridwan mengeluarkan surat terbuka yang isinya sangat mencederai kesepakatan hasil mediasi. Mereka malah memutar-balikkan fakta dengan menganggap GASPER sebagai perusuh, pereman, santri dan pemuda yang tidak beradab. Surat terbuka tersebut merupakan fitnah dan bentuk penghianatan terhadap hasil mediasi yang telah diselesaikan dan disepakati di POLRES Pamekasan. Tidak hanya melalui surat terbuka, melalui beberapa media massa, mereka juga mengecap kami sebagai “tukang begal”.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Kami adalah warga pribumi asli yang sejak jaman nenek moyang sudah terbiasa hidup berdampingan, saling menghargai, rukun, menghormati dan tidak saling mengusik akidah dan amaliah di antara kita. Bahkan kami sangat menjunjung tinggi ukhuwah islamiah, ukhuwah basyariah dan ukhuwah wathaniah. Kami tidak pernah membid’ahkan, mengharamkan, mensyirikkan, bahkan tidak pernah mengkafirkan amaliah kelompok lain. Karena prinsip kami adalah membumikan Islam sebagai Agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin bukan Fitnatan Lil ‘Alamin.

Kalau boleh bertanya, apakah mereka yang selalu membid’ahkan, mengharamkan, mensyirikkan,  dan mengkafirkan amaliah kelompok lain itu dikatan sebagai kelompok paling berakhlak mulia dan paling menjunjung tinggi ukhuwah Islamiah ........???

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan pertolongan dan perlindungan kepada seluruh kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah di seluruh dunia yang Istiqomah merayakan Maulid Nabi, ziarah kubur, tawassul, bersolawat dan tradisi-tradisi Salafa al-Salih yang mutawtir.

Demikaian surat terbuka ini kami sampaikan sebagai jawaban dan tanggapan atas surat terbuka yang disebarkan oleh Ta’mir Masjid Ridwan Pamekasan

Wallahul Muwafiq Ila Aqwami al-Tariq

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Pamekasan 14 Maret 2015

GASPER

Oleh: Putra NUsantarasta.
« PREV
NEXT »

8 comments

  1. Ke suwen rek cara begitu. .. Wahabi di daerahku aku usir .jika melawan Gepuk ndase wae.

    ReplyDelete
  2. Kapolres nya ila ilu. Larang saja karena dakwah wahabi
    cikal bakal merusakk umat

    ReplyDelete
  3. Misbahush Shudur18 March 2015 at 17:06

    Lalu, rencana dialog ilmiah di hadapan publik jadi dilaksanakan tidak? Saya berharap hal itu bisa dilakukan, dan kalau jadi dilaksanakan mohon untuk direkam seluruhnya, kemudian dishare ke publik lewat web ini agar publik tahu bagaimana dalil-dalil kita Ahlussunnah wal Jama'ah dan dalil-dalil kaum Wahabi.

    ReplyDelete
  4. Fatkhurrohman Yanisyar21 March 2015 at 06:26

    Bagaimanapun kalo dialog ilmiah.., memang kalo tidak ada syariatnya dalam islam, tentu akan terbanting. artinya Hujjah nya pun lemah., karena kita mesti mengakui bahwa tidak ada anjuran untuk melakukan itu dalam agama islam. dadlilnya pun tidak ada. maka saya setuju pada Salafiah. bahwa tidak ada anjuran atau syariat untuk Maulidan.

    ReplyDelete
  5. Harusnya begitu. Ingat Syiah ambil kesempatan kalau ada kondisi begini.

    (Kalau fair, comment apapun dimuat oleh redaksi. Saya tantang anda untuk bertindak fair)

    ReplyDelete
  6. Anda mengatakan "Dadlilnya pun tidak ada. maka saya setuju pada Salafiah. bahwa tidak ada anjuran atau syariat untuk Maulidan.. bla bla.."
    Tidak ada atau anda belum tahu... atau tidak mau tau....
    Sdh berapa banyak kitab & Ulama yang menjadi rujukan anda......
    Jika anda Apriori.. dan hanya menyandarkan kpd alim ulama belakangan.. Ibnu Taymiyah (661 H), Muhammad Bin Abdul Wahab (1115 H), Abdulah Bin Baz (1330 H), Syeikh Albani (1333H), & Syeikh Utsaimin (1347H). Pembenaran logika anda ada alasannya.
    Sudah kah anda mencermati Ratusan Ulama-ulama besar sebelumnya ?
    Apakah ilmu mereka tdkada apa-apanya menurut anda ? (Masyaallah...)
    "Salafus salihin " yang mana yg anda maksudkan..... ?

    ReplyDelete
  7. Mana berani wahabi hujah terbuka . maunya seperti kemarin tertutup. Jika imbamg baru rekaman nya di open .jika kalah telak ya umpetin hahaha

    ReplyDelete
  8. Saya ingin dengar hasil dr dialognya, tolong untuk media meliputnya dan menjadikan pelajaran yang berguna bagi kami umat islam yg awam.

    ReplyDelete