Muslimedianews.com ~ Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkampanye dengan membagi-bagikan kondom di lokalisasi Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat, Senin 31 Maret 2014.
Hayati, caleg tersebut, memberikan sosialisasi tata cara pencoblosan yang benar saat pemungutan suara 9 April mendatang. Dalam kesempatan itu, dia membagikan dua ribu kondom kepada penghuni lokalisasi prostitusi itu.
Aksi kampanye caleg perempuan ini diterima antusias warga. Sebab, selama ini, sejumlah caleg hanya datang memberikan kartu nama serta memasang baliho dan spanduk. Namun, tidak memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana tata cara melakukan pencoblosan.
Tak lupa, Hayati meminta para penghuni lokalisasi agar tidak golput.
Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, terdapat 480 warga yang memiliki hak suara.
Hayati, caleg tersebut, memberikan sosialisasi tata cara pencoblosan yang benar saat pemungutan suara 9 April mendatang. Dalam kesempatan itu, dia membagikan dua ribu kondom kepada penghuni lokalisasi prostitusi itu.
Aksi kampanye caleg perempuan ini diterima antusias warga. Sebab, selama ini, sejumlah caleg hanya datang memberikan kartu nama serta memasang baliho dan spanduk. Namun, tidak memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana tata cara melakukan pencoblosan.
Tak lupa, Hayati meminta para penghuni lokalisasi agar tidak golput.
Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, terdapat 480 warga yang memiliki hak suara.
Sumber: Viva News
ini dari pihak pks,
ReplyDeletehttp://www.pkspiyungan.org/2014/04/klarifikasi-dpw-pks-papua-barat-atas.html
Klarifikasi DPW PKS Papua Barat terhadap pemberitaan vivanews.co.id
"Caleg PKS Papua Barat bagi-bagi kondom di lokalisasi".
1. Pemberitaan ini sebuah tindakan gegabah dan upaya kampanye hitam bagi PKS.
2. Bahwa, pada Hari Senin, 31 Maret 2014, caleg PKS Dapil 1 Papua Barat
nomor urut 5 Ibu Hayati, ditemani oleh ibu Hj. Fatimah Taher PUIM
Manokwari melakukan kunjungan ke Lokalisasi 55 Maruni Manokwari.
3. Kunjungan itu bagian dari tindak lanjut dari informasi yang diperoleh
pada kegiatan pengajian/talim rutin pada hari Sabtu, 29 Maret 2014 yang
di kelola/dibina oleh ibu-ibu PUIM Manokwari, bahwa di lokalisasi belum
ada sosialisasi pileg 2014.
4. Kehadiran bu Hayati pada pukul 10 pagi berkaitan dengan sosialisi
PILEG 2014 dan sudah selesai dilaksanakan sebelum jam 12 siang.
5. Pada waktu ingin meninggalkan lokalisasi mendapatkan kabar, dan
bertemu dengan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kab. Manokwari, Ibu
Yuliana Numberi beserta rombongan di temani oleh 4 awak media (ibu
Sutiyari dari RRI, Levita dari Harian Cahaya Papua, Budi dari harian
Media Papua dan Takdir dari ANTEVE).
6. Kehadiran Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kab. Manokwari Ibu Yuliana Numberi adalah untuk membagikan kondom.
7. Karena ibu Hayati dan Ibu Yuliana ini kenal, maka ibu Yuli meminta
caleg PKS tersebut untuk tinggal menemani. Karena tidak merasa nyaman
atas permintaan tersebut, maka ibu Hayati berkenan menemani. Namun sudah
berpesan ke awak media untuk tidak menyalah artikan/memberitakan
negatif hal tersebut.
8. Agenda kegiatan Badan Pemberdayaan Perempuan mengunjungi lokalisasi
itulah yang memang bertujuan membagi-bagikan kondom dari BKKBN. Olehnya
pemberitaan bahwa "caleg PKS Papua Barat bagi-bagi kondom di lokalisasi"
adalah tidak benar.
9. Bahwa waktu dan lokasi memang beririsan. Namun kegitan masing-masing
pihak dalm konteks yang berbeda. sehingga pemberitaan VIVA.NEWS.CO.ID
sungguh adalah pemberitaan yang tidak sesuai fakta.
10. Sebagai korban pemberitaan, Ibu Hayati sudah menghubungi wartawan ANTEVE tersebut untuk
melakukan klarifikasi.
11. Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan oleh Sekum DPW PKS Papua
Barat, terhadap pihak-pihak terkait, yaitu Ibu Hayati dari Caleg PKS,
ibu Yuliana Numberi Ka. Badan Pemberdayaan Perempuan Kab. Manokwari
(tatap muka langsung), awak media dan kliping media, diperoleh
"perbedaan" yang sangat nyata dengan apa yang dilakukan oleh wartawan
ANTEVE sdr. Takdir.
12. PKS Papua Barat, telah meminta kepada Kepala Badan Pemberdayaan
Perempuan Kab. Manokwari juga untuk melakukan klarifikasi melalui siaran
RRI. Dan menghubungi wartawan ANTEVE untuk klarifikasi tidak mendapat
tanggapan.
13. Demikian klarifikasi ini untuk menjadi penjelasan resmi bagi seluruh masyarakat indonesia.
Ttd
Imam Muslih
Sekum DPW PKS Papua Barat
baca juga in
ReplyDeletehttp://politik.news.viva.co.id/news/read/493992-pks-bantah-calegnya-bagi-kondom-di-lokalisasi