BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Friday, April 04, 2014

Televisi Kaum Santri : TV9 Santun Menyejukkan

Muslimedianews.com ~ Nahdlatul Ulama' sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, hari-hari ini menghadapi tantangan yang tak mudah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah wajah dunia, dari lokalitas atau kedaerahan, menjadi fenomena mujmal (global), dimana dunia menjadi tak berbatas (border-less). Satu peristiwa di sebuah daerah atau negara akan langsung bisa diketahui di belahan dunia lain, dalam hitungan detik bahkan bersamaan (real time) dengan kejadian yang berlangsung. Inilah yang kerap disebut dengan globalisasi.
 
Sisi positif tentu ada dari fenomena globalisasi ini. Kini kita semakin mudah mendapatkan informasi, baik melalui internet, jejaring sosial sebagaimana facebook atau twitter, atau bahkan menyaksian siaran langsung dari negara lain. Sesuatu yang tidak kitanikmati puluhan tahun lalu. Aspek positif ini, tentu akan membuat kita semakin produktif dan up to date terhadap perkembangan jaman.

Namun di sisi lain, ancaman siap menanti. Globalisasi menyebabkan apapun bisa diakses oleh masyarakat, baik melalui media cetak, internet dan tentu juga televisi. Sementara penyedia content atau program media, dikuasai oleh dunia barat yang jauh lebih maju dari kita. Kalau pun ada program televisi yang dibuat oleh bangsa kita, melalui stasiun yang ada, maka pendekatan, orientasi dan gaya produksinya semua berkiblat pada cara pandang dan madzhab entertainment yang sering kali tak sesuai dengan nilai, karakter, dan akhlaq yang ditanamkan para salafunas shalihin.

Pertanyaannya, siapakah yang menjadi korban dari fenomena ini? Jawabnya, tentu kita semua bangsa Indonesia, khususnya warga NU yang sebagian besar memiliki tingkat pendidikan dan sosialekonomi yang rendah, sehingga mudah terpengaruh dengan tayangN dan agenda media. Untuk kita ketahui bersama, penonton televisi, hampir 80%-nya adalah klas sosial ekonomi Menengah ke bawah, dan itu kebanyakan adalah warga NU. Maka apabila kita tidak melakukan Gerakan, maka berarti membiarkan warga NU menjadi korban globalisasi, yakni bergesernya nilai dan akhlaq kehidupan yang sudah ditanamkan oleh para guru dan ulama' kita terdahulu.

Atas dasar inilah, PWNU Jawa Timur yang mendapatkan mandat untuk memanggul misi diniyyah-ijtima'iyyah Nahdlatul Ulama, berketetapan hati, bahkan setengah memaksakan diri untuk berbuat, tak hanya mengutuk. "Lebih baik menyalakan lilin, dari pada sibuk meratapi kegelapan." Demikian kata salah seorang penyair kita. Dan lilin yang kita nyalakan itu adalah berdirinya media dakwah Nahdlatul Ulama' di era Global ini, yaitu Televisi Sembilan (TV9). Tepat pada tanggal lahir jam'iyyah Nahdlatul Ulama' pada 31 Januari 2010, TV9 diresmikan oleh Prof. Dr. H.Muhammad Nuh, DEA, Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Banyak yang tak percaya, Organisasi Para Ulama' yang sering diledek sebagai organisasi Islam tradisional, justru lebih maju dalam mengembangkan dakwahnya, bahkan dibandingkan dengan organisasi Islam yang disebut-sebut lebih modern. Tentu ini nikmat yang patut kita syukuri dan kita lanjutkan bersama. Apalagi, TV9 kini sudah diterima oleh masyarakat luas, khususnya warga NU. !

Banyak respon yang kami terima (dan juga melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah, KPID Jawa Timur) tentang sejuknya udara Jawa Timur dan santunnya tayangan televisi, dengan kehadiran TV9. Respon positif juga terlihat di berbagai jaringan media sosial yang ramai membincang tentang kehadiran konsep baru dunia pertelevisian di Indonesia, televisi kaum santri yang diracik dan digerakkan dari Gedung Nahdlatul Ulama di Jl. Raya Darmo 96 Surabaya ini.

Kami ingin mencoba mengembalikan orientasi keteladanan yang sudah mulai bergeser akibat tayangan televisi mainstream selama ini. TV9 ingin kembali mengajak pemirsanya, menjadikan para ulama' sebagai panutan, bukan justru mengidolakan para artis dan selebritis sebagai akibat langsung dari tayangan sinetron dan infotainment. TV9 mengajak anak muda untuk menemukan ekspresi seninya dalam nikmat dan kesyahduan bershalawat melaui program SHALLU ALAN NABI, bukan semata mengikuti trend musik populer yang diusung oleh para artis yang dalam banyak hal syair dan aksi panggungnya bertentangan dengan garis agama.

Melalui program KISWAH, TV9 ingin memberikan arahan keagamaan yang benar, bersumber pada referensi alkutubul mu'tabarah dan disampaikan oleh para kyai dan bunyai yang berkompeten, menyebarluaskan faham, pemikiran dan amaliyah ahlus sunnah wal jama'ah, tidak hanya di kalangam santri, tetapi ternyata juga dinikmati oleh masyarakat kota dan klas menengah.

Dengan demikian, TV9 adalah kekuatan baru (al jadidil ashlah) bagi gerakan dakwah Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di samping metode lain yang lebih dulu eksis di masyarakat. Dengan program ini pula, Nahdlatul Ulama bisa menjawab, menjelaskan, mengklarifikasi secara langsung dan masif, terhadap berbagai serangan miring yang justru dilakukan oleh kelompok aliran di dalam Islam sebagaimana Wahabi, Salafi dan kalangan Islam radikal-fundamental, baik terhadap amaliyah ahlus sunnah ataupun terhadap sikap kebangsaan dan nasionalisme NU. Adalah tugas kita semua menjaga dan membentengi aqidah, syari'ah dan akhlaq Islam ala ahlus sunnah wal jama'ah bi qiyadati Nahdlatil Ulama' di Indonesia tercinta. Di sinilah posisi strategis TV9 untuk istiqamah dalam perannya almuhafadzah alal qadimis-shalih, membentengi ajaran ulama', menjaga warisan nabi Muhammad, Rasululullah SAW.

Oleh karena itu, ke depan PWNU harus terus melakukanrevitalisasi dakwahnya di era informasi. Salah satu peluang yang bagus sebagai garapan, adalah mulai masuk dan diterimanya dakwah Aswaja NU di kalangan perkotaan dan klas menengah melalui siaran dan program tayang TV9. Harus kita akui, selama ini dakwah NU, banyak terfokus pada masyarakat santri dan pedesaan. Sedikit sekali, program dakwah yang segmennya masyarakat kota (urban society) dan kaum profesional yang berada di kelompok klas menengah.

Dalamnya ilmu pesantren dan lenturnya dakwah NU ala walisongo, adalah modal bagi kita untuk mengarahkan mata dakwahkita ke segmen tersebut. Tentu dengan strategi dan metode yang sesuai dengan daya nalar, kebutuhan (need) dan gaya hidup masyarakat, sesuai sabda: Khathibin Nas, bi hasabi 'uqulihim. Media televisi seperti TV9 dan juga media internet adalah media paling pas untuk keperluan dakwah tersebut.

Alhamdulillah, konsep dan bukti nyata yang telah diupayakan PWNU Jawa Timur, mendapatkan apresiasi dan sambutan positif dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Bahkan, jelang diberlakukannya era TV digital pada 2014, PWNU Jawa Timur melalui TV9 diminta untuk mengembangkan sayapnya, mendirikan Televisi NU di Jakarta, Bandung dan Semarang dengan model program dan pengelolaan perusahaan sebagaimana yang dijalankan oleh TV9. Untuk target profesionalitas, PWNU mendirikan holding
company, perusahaan yang menaungi pengelolaan jaringan televisi digital dakwah yang diharapkan menjangkau coverage nasional bahkan global. Perusahaan yang diberi nama: PT. Nusantara Utama Sembilan (NUS) itu kepemilikan mayoritas sahamnya adalah PWNU Jawa Timur sebagai institusi. Harapan pengurus dan warga NU agar TV9 siaran di seluruh Jawa Timur dan Nasional semakin mendekati kenyataan.

Layar telah Gagah Terkembang. Menyurutkan langkah adalah pantangan. Hanya Do'a dan Puji Syukur Ilahi Rabbi-lah yang mampu kita haturkan. Capaian prestasi yang ada hanyalah bukti, ibarat bahwa tak ada kesuksesan yang diraih dengan cuma-cuma, begitu saja. Jikalau pun ada Kesulitan, tentu karena Allah telah
sediakan kemudahan. Inna ma'al 'Usri Yusra. Karena Keberadaan hanyalah milik mereka yang serius berusaha. Man Jadda, wajada. Dan Tak ada kemustahilan, ketika Allah menghendakinya Ada. Semoga kehadiran TV9, menambah haibah dan Wibawa Nahdlatul Ulama' dalam menyebarkan kalam kebenaran dan kesabaran, li i'la-i kalimatillah, hiyal 'ulya...

Kata pengantar Buku "Televisi Kaum Santri"
LAYAR DAKWAH NU TELAH TERKEMBANG
Oleh KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM.

Download : eBook TV Kaum Santri.pdf (1.7 MB)

« PREV
NEXT »

1 comment

  1. Program2 di TV 9 cukub bagus dan variatif, kembangkan lagi hingga tingkat nasional.


    Usul buat admin MMN, tolong tulis artikel tentang TV Haji, TV milik Nu juga yang telah diluncurkan oleh PP Asbihu NU sesuai informasi di:


    http://www.youtube.com/watch?v=Uyk_kEjfnow

    http://www.youtube.com/watch?v=6DGvlYlXWL8

    ReplyDelete