"Jika tidak berasaskan Pancasila, tutup saja karena melanggar Undang-undang. Ormas yang sudah berasas Pancasila juga harus diawasai agar tidak menyimpang," kata Saefudin, Kamis, 14 Mei 2015.
Puluhan masa yang berasal dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama mendatangi halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi Jawa Barat untuk berunjuk rasa menolak Khilafah di Indonesia. "Bagi Islam, negara dan pemerintahan dianggap sah bukan karena bentuk ragamnya tapi karena substansi di dalamnya. Dengan kata lain, Islam menilai keabsahan bentuk sejarah sejauh mana konstitusional negara mampu melindungi warganya untuk mengamalkan ajaran agamanya," ujar Saefudin.
Massa pengunjuk rasa yang menempati jalanan gedung DPRD tersebut melakukan orasi dan menyatakan dasar-dasar penolakan mereka terhadap khilafah NKRI. Massa ini mulai meninggalkan lokasi pada pukul 11.30 dan melewati Gedung Sate Bandung.
Mereka menyatakan bahwa ormas yang tidak berdasarkan Pancasila dan menginginkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diganti khilafah, layak dibubarkan. Alasannya, ormas ini tidak berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.
"Ormas tak berasaskan pancasila dan ingin mengganti NKRI menjadi khilafah, layak di bubarkan. Saat ini makin marak ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila karena menganggap Pancasila tidat tegas dalam menyikapi masalah yang bermunculan," ujar Saefudin.
Hari ini, ribuan massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia menggelar rapat akbar di Lapangan Gasibu, Bandung. Dalam keterangannya kepada wartawan, Humas HTI Jawa Barat, Luthfi Afandi menyatakan dibutuhkan khilafah yang akan menerapkan syariah Islam di Indonesia. Khilafah itu untuk membantu menyelamatkan Indonesia dari keterpurkan. "Salah satunya dengan menegakkan syariat Islam," kata dia.
Lutfi juga mengatakan Indonesia berada di bawah ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme. Di antaranya adalah kebijakan subsidi bahan bakar minyak, dan pasar bebas nasional.
sumber tempo.co
Saya khawatir dengan NU kalau seperti ini bisa bisa umat akan meninggalkan NU krn umat sdh sadar kalau Khilafah itu wajib dan siapa saja yg menghalangi tegaknya Khilafah adalah musuh islam. Khilafah adalah ajaran islam ada alquran dan hadis. Kalau NKRI mana ada dalam alquran. Justru HTI ingin menyelamatkan indonesia bukan ingin menghancurkan. Masa ajaran islam dituduh akan menghancurkan... NU kan ormas islam knp alergi banget dg ajaran islam? Heran saya...
ReplyDeleteKhilafah..? Bagimana dengan jargon khilafah..seperti di iraq, libya, afhanistan,yg ada sampai sekrang terjadi peperangan..sesama muslim saling bantai..mana muslim yg rahmatan lil alamin..? Ada yg mau menghancurkan..nkri.bahkan menurut wahabi saja HTI itu syiah. .! Di arab Saudi saja negara kerajaan bukan kfilafah..khilafah itu pemimpinnya harus d pilih menurut mayoritas umat muslim. Klou anda mau khilafah..silahkan pergi saja ke iraq, afganistan sana..
ReplyDeletemosok sih mas wajib..mana yg mengatakan wajib?opo biyen khulafaur rasyidin pernah deklarasi negara islam?modelnya gimana mas khilafah yg di usung HTI?apakah sperti ke kaisaran ottoman?
ReplyDeleteKhilafah wajib aja nggak tau... Cari tau dululah?
ReplyDeleteloh makane saya nanya mana yg mengatakan wajib..trus modelnya gimana?
ReplyDeletecari tau dululah....
ReplyDeletesampean keliatan cuma ikut2an doang, kagak ngerti apa2. ditanya aja gak bisa jawab
ReplyDeletemales aja sy jwb. kalau anak sd yg nanya baru mau sy jawab ini yg nanya sarjana. itu nanya apa ngeledek. cari tau sendirilah... kalaiankan sarjana masa ga bisa
ReplyDeleteyudh mas, mknnya di tannya, apa dasar pengetahuan sampean? kalo tau ilmu harus ada sumber kitab mana ulama mana, jangan cuma kata katanya. itu kalimat tantangan .. ngerti ga sih ckck
ReplyDeletedari jawaban ente sangat ketauan kalo daya nalar ente kagak jalan sama sekali. kalo ente mengemukakan pernyataan terus disanggah orang lain lalu ente kagak bisa memberi argumen ini namanya otak dan daya nalar ente bebel bin mampet. kalo ente seorang sarjana, ini gelar dari mana? masa sarjana mampunya berdiskusi sama anak sd doang.
ReplyDelete